Cari Blog Ini

Sabtu, 26 April 2014

teori evolusi



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Para ahli biologi berpendapat bahwa  spesies hewan dan tumbuhan yang ada sekarang ini, bukanlah spesies makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi. Namun makhluk hidup tersebut berasal dari spesies yang hidup pada masa lampau. Mereka menyatakan bahwa makluk hidup selalu mengalami perubahan secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Perubahan –perubahan tersebut dapat menimbulkan spesies baru. Berdasarkan berbagai penelitian para ahli  maka evolusi biologi yang semula hanya berupa hipotesis berkembang menjadi sebuah teori evolusi.
 Teori evolusi hingga saat ini masih dipertentangkan, banyak teori yang telah dikemukakan oleh para ahli, tetapi tampaknya belum ada satupun teori yang dapat menjawab semua fakta dan fenomena tentang sejarah perkembangan makhluk hidup.
Evolusi merupakan proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit, memakan waktu yang lama, dan menghasilkan perkembangan spesies baru. Evolusi juga dapat diartikan sebagai suatu perubahan secara bertahap dalam waktu yang lama akibat seleksi alam terhadap variasi gen dalam suatu individu hingga menghasilkan perkembangan spesies baru. Evolusi mempelajari bagaimana spesies-spesies yang berbeda memiliki kekerabatan.
Sejak abad ke-6 sebelum Masehi, banyak ahli yang telah berusaha mengemukakan pendapatnya tentang asal usul berbagai jenis makhluk hidup yang ada di dunia dan banyak pendapat mereka menjadi fondasi teori evolusi. Maka atas dasar itulah kami penulis membuat makalah ini yang berkaitan dengan teori evolusi.

B.     RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1.         Bagaimanakah sejarah munculnya teori evolusi?
2.         Bagaimanakah pokok-pokok pikiran Darwin dan lanmark terhadap teori evolusi?
3.         Bagaimanakah persamaan dan perbedaan teori evolusi Darwin dan lanmark  dalam hubungannya dengan teori evolusi pada leher jerapah?
4.         Bagaimanakah perjalanan Darwin ke kepulauan Salafagos dan hubungannya dengan teori evolusi?
5.         Apa sajakah yang termasuk kedalam petunjuk evolusi?
6.         Bagaimanakah pandangan biologi modern terhadap evolusi?
7.         Bagaimanakah teori asal usul kehidupan , teori generatio spontania dan biogenesis (persamaan dan perbedaan)?
8.         Bagaimanakah isi dari teori evolusi kimia (teori biologi modern)?

C.    TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui sejarah munculnya teori evolusi.
2.      Untuk mengetahui  pokok-pokok pikiran Darwin dan lanmark terhadap teori evolusi.
3.      Untuk mengetahui  persamaan dan perbedaan teori evolusi Darwin dan lanmark  dalam hubungannya dengan teori evolusi pada leher jerapah.
4.      Untuk mengetahui  perjalanan Darwin ke kepulauan Salafagos dan hubungannya dengan teori evolusi.
5.      Untuk mengetahui  petunjuk evolusi.
6.      Untuk mengetahui  pandangan biologi modern terhadap evolusi.
7.      Untuk mengetahui teori asal usul kehidupan , teori generatio spontania dan biogenesis (persamaan dan perbedaan)
8.      Untuk mengetahui isi dari teori evolusi kimia (teori biologi modern)?






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    SEJARAH MUNCULNYA TEORI EVOLUSI
Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan ide-ide Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau. Kenyataan bahwa bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan megalamimi perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin. Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’., artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada terjadi transfomasi spesies. Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’ misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, kakek Charles Darwin yaitu Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua.
Pada 250 tahun sebelum Masehi, Anaximander (Yunani) mengemukakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang menyerupai ikan. Pernyataan Empedocles yang berbau evolusi namun janggal kedengarannya berbunyi bahwa manusia dan juga binatang lainnya berasal dari bagian-bagian kepala, badan, dan tangan yang terpisah-pisah, yang pada makhluk tertentu ketiganya tumbuh menjadi satu, sedangkan pada makhluk lain hanya kepala dan badan yang tumbuh seperti pada ikan. Artinya ada yang pertumbuhannya lengkap dan adapula            yang    tidak    lengkap.

Teori Autogenesis merupakan teori yang berkaitan dengan proses evolusi namun dorongan evolusinya beasal dari dalam menyatakan bahwa dorongan dari dalam itulah yang lebih menentukan sedangkan lingkungan tidak memberikan pengaruh.
Selain itu dikenal pula paham finalisme dan telefinalisme yang mempunyai kemiripan dengan paham vitalisme. Paham finalisme lebih menitikberatkan pada tujuan akhir, bagaimana makhluk berevolusi sampai bentuk akhir sudah dinyatakankarena adanya kekuatan trasenden, namun apa yang dimaksudkan dengan kekuatan trasenden itu tidak disebutkan. Kaum finalis tidak dapat menjelaskan proses perubahan yang ditentukan oleh kekuatan tersebut. Pada kaum vitalis jelas bahwa kekuatan trasenden itu adalah kekuatan alam yang maha hebat.
Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis, Nomogenesis, dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio; Warna, bentuk, letak dan bentuk putik, serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga.
Ketiga teori ini mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar, semakin bervariasi, namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu. Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat. Aristogenesis menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik.
Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik, telah berhasil memberi nama 4.235 spesies hewan dan 5.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan), serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada. Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme, bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantek terputus, tak tersisipi. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan, invertebrata, ikan, burung, dsb.
Pada zaman sebelum abad 18 yaitu 3 abad sebelum Masehi, di Yunani berkembang suatu paham bahwa organisme membentuk suatu tangga yaitu tangga kehidupan atau tangga alam. Pada tangga kehidupan ini yang berada di dasar adalah organisme yang sederhana, selanjutnya organisme yang berada di atasnya adalah organisme yang lebih sempurna. Tetapi dalam hal ini tidak disinggung hubungan antara organisme yang berada pada masing-masing anak tangga, sehingga dapat dimengerti mengapa teori evolusi tidak lahir melalui paham ini. Dikemudian hari beberapa pengikut evolusi menerima pendapat tersebut dengan melihat pandangan yang semakin maju dan semakin kompleks. Linnaeus, meskipun percaya adanya penciptaan tetapi tetap beranggapan bahwa tangga kehidupan tersebut ada.
Pada abad 17, tangga kehidupan ini dibangkitkan kembali oleh Leibnitz yang mengemukakan adanya “Hukum Kesinambungan” dalam hal ini antara spesies yang satu dengan spesies lainnya ada spesies penyambungnya yang dikenal dengan spesies peralihan. Namun Leibnitz tidak berani mengemukakan adanya spesies peralihan antara manusia dan kera. Pemikiran tentang kesinambungan ini tidak juga melahirkan teori evolusi karena pandangan dan penerapannya hanya sepotong-sepotong.
Cuvier (Perancis) yang mempunyai pendapat yang sama dengan Linnaeus tentang penciptaan, mengemukakan bahwa pada dasarnya evolusi itu tidak pernah terjadi. Cuvier berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses penciptaan, spesies itu tetap dan tidak pernah berubah. Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam. Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme. Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar. Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil. Fosil yang berbeda yang terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru. Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada sekarang ini.
Berbeda dengan yang dikemukakan Cuvier, Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology” mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam, tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini., dengan menggunakan teori Uniformitarianisme, yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin, air, dan panas yang bekerja sekarang ini identik dengan yang bekerja dan mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi.
Erasmus Darwin pada tahun 1731 – 1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia” bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859.
Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”, dan dikenal dengan teori adaptasi-transformasi. Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat.
Teori ini didasarkan atas kenyataan bahwa tidak ada satupun makluk hidup yang identik. Ada dua konsep evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck yaitu: Pertama, spesies berubah dalam waktu lama menjadi spesies baru. Konsep ini yang sangat berbeda dengan teori Darwin. Lamarck berpendapat bahwa dalam suatu periode tertentu suatu spesies dapat berubah bentuk akibat suatu kebiasaan atau latihan. Kedua, perubahan yang terjadi tersebut dapat diturunkan.menunjukkan perbedaan teori Lamarck dan teori Darwin.
Berpegang pada konsep yang mengatakan bahwa organ-organ baru muncul sebagai respons atas tuntutan lingkungan. Lamarck mengajukan postulat sebagai berikut: Ukuran organ sebanding dengan penggunaannya. Hal ini berarti bahwa tiap perubahan yang terjadi karena digunakan atau tidak digunakannya organ tersebut akan diwariskan kepada generasi keturunannya. Peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang akan berakibat terjadinya pembaharuan bentuk dan fungsi. Contoh yang dipakai Lamarck untuk menjelaskan teorinya adalah leher Jerapah. Ia berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang akibat dari usaha atau kerja kerasnya ‘striving’ untuk mendapatkan daun-daun (makanan) yang terletak pada dahan yang tinggi. Leher yang dipanjangkan inilah yang diwariskan. Dalam hal ini Lamarck telah memperhitungkan faktor lingkungan dan memperkenalkan hukum Use and Disuse yang artinya organ yang digunakan cenderung akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan cenderung akan menyusut. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan, artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur. Teori Lamarck, oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi.
B.     POKOK-POKOK PIKIRAN LANMARK DAN DARWIN TENTANG EVOLUSI
1.      Lanmark
Seorang ahli biologi prancis ini menyatakan bahwa evolusi terjadi karena adanya perubahan pada suatu  individu disebabkan oleh lingkungan dan bersifat diturunkan. Teorinya disebut lanmarckisme.
2.      Charles Darwin
Pokok-pokok pikirannya:
a.       Makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi sifatnya dapat diturunkan.
b.      Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup cenderung berkembang biak. Untuk berkembang biak perlu adanya makanan yang cukup. Dan jhumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada yang dapat bertahan hidup.
c.       Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus menerus.
d.      Individu-individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.
e.       Sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu membuat mereka dapat bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkungan tertentu.
f.       Akibat dari seleksi lingkungan tersebut, hanya individu yang adaptif lingkungan yang dapat bertahan hidup dan menurunkan sifat adaktif tersebut. Seleksi alam akhirnya akan mengubah sifatt dalam populasi, bahkan menghasilkan spesies baru.

C.    PERSAMAAN DAN PERBEDAAN TEORI EVOLUSI LANMARK DAN DARWIN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN TEORI EVOLUSI PADA LEHER JERAPAH
            Pendapat Darwin tentang evolusi sangat bertentangan dengan pendapat lanmark. Perbedaan keduanya adalah mengenai munculnya jerapah berleher panjang. Menurut lanmark , semua jerapah berleher pendek. Oleh karena makanan yang berupa daun dari pepohonan yang pendek semakin berkurang, maka dari generasi ke generasi jerapah semakin panjang untuk menjagkau daun yang semakin tinggi letaknya. Lanmark mengatkan bahwa organ yang sering digunakan akan tumbuh sempurna. Sedangkan yang jarang digunakan akan menyusut (rudimenter). Lanmark juga berpendapat bahwa perubahan yang terjadi pada salah satu orgasn makhluk hidup disebabkan oleh pengaruh lingkungannya. Setiap perubahan yang dialami suatu makhluk hidup akan diturunkan keketurunannya.
            Adapun menurut Darwin, populasi jerapah adalah bervariasi, (ada jerapah yang berleher panjang da nada yang pendek). Jerapah yang bervariasi tersebut berkompetisi memperoleh makanan. Dalam berkompetisi memperoleh makanan, jerapah yang berleher panjanglah yang bertan hidup  karena mudah untuk menjangkau makanan yang letaknya tinggi, sedangkan jerapah yang berleher pendek tidak memperoleh makanan, sehingga mengakibatkannya mati dan populasinyay akan berkurang. Jerapah yang berleher panjang akan melahirkan anak yang mempunyai sifat berleher panjang dan lama kelamaan jerapah berleher pendek akan punah. Menurut Darwin, proses evolusi terjadi karena adanya seleksi alam, individu yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang akan bertahan hidup.
D.    PERJALANAN DARWIN KE KEPULAUAN SALAFAGOS DAN HUBUNGANNYA DENGAN TEORI EVOLUSI
            Charles Robert Darwin (1809-1882) alah seorang peminat ilmu alam dari inggris. Pada tahun 1831, ia mengikuti pelayaran HMS beagle untuk memetakan jalur pelayaran. Selama pelayaran ini, Darwin banyak mengumpulkan fosil, batuan dan mengmati berbagai jenis makhluk hidup yang ia jumpai. Ketika beagle merapat dikepulauan Galapagos (1050 km dari daratan utama amerika selatan), Darwin menjumpai berbagai makhluk yang menarik perhatiannya, terutama burung-burung finch. Burung finch juga ditemukan di inggris, tetapi burung-burung finch Galapagos  memiliki berbagai variasi bentuk paruh.
            Darwin menyadari bahwa struktur yang bervariasi ini terbentuk karena adaptasi terhadap lingkungan tertentu. Perbedaan struktur paruh bersesuaian dengan keanekaragaman sumber makanan yang tersedia. Darwin yakin bahwa burung finch tersebut berkerabat dekat. Menurut Darwin, burung finch yang ada di Galapagos terdiri dari 13 spesies yang berasal dari satu spesies  burung finch dari amerika selatan yang bermigrasi ke Galapagos.
            Selain burung, Darwin juga mengamati keberadaan dua jenis kura-kura raksasa. Kedua jenis kura-kura ini memilki sedikit perbedaan morfologi yang disebabkan oleh perbedaan habitat.
E.     PETUNJUK EVOLUSI
Bukti-bukti terjadinya evolusi dapat terlihat Dari petunjuk-petunjuk  berikut ini.
1.      Adanya Variasi Individu Dalam Satu  Keturunan
Didunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identic. Bahkan anak kembar sekalipun, pasti mempunyai suatu perbedaan.  Demikian juga individu-individu dalam suatu spesies. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain pada warna kulit, ukuran, berat, kefaalan, dan kebiasaan. Antara individu-individu dalam satu spesies terdapat variasi. Factor penyebab terjadinya variasi adalah factor dalam berupa gen dan factor luar, seperti makanan, keadaan tanah, dan suhu.
Variasi didalam satu spesies dalam perkembangan berikutnya akan menurunkan keturunan yang berbeda. Jika keturunan yang berbeda variasinya menghuni daerah yang berbeda, maka dalam perkembangan selanjutnya akan menghasilkan varian yang berbeda pula. Adanya variasi pada tumbuhan dan hewan dimanfaatkan oleh manusia untuk memperoleh bibit unggul. Campur tangan manusia menyebabkan variasi yang tidak unggul menjadi tidak berkembang, sedangkan variasi yang unggul berkembang lebih cepat dan kalau dilakukan selama bertahun-tahun akan menghasilkan varian yang semakin berbeda dengan moyangnya.
2.      Hormologi Organ Tubuh
Berbagai makhluk hidup yang kelihatannya sangat berbeda , ternyata masih menunjukkan unsur persamaan. Unsur persamaan yang dimiliki semua sel makhluk hidup adalah adanya protoplasma, yang didalamnya terdapat materi genetic berupa molukuk DNA dan RNA. Adanya unsur-unsur persamaan dapat dipakai untuk menentukan hubungan kekerabatan. Makin banyak kesamaan makin dekat hubungan kekerabatannya.
Apabila kita amati struktur organ gerak bagian depan dari vertebrata , ternyata masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Pada manusia untuk memegang, burung untuk terbang, kelelawar untuk terbang, dan pada kucing untuk berjalan dan memegang. Bentuk asal organ tersebut sama, tetapi fungsinya berbeda.
Organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama , dan selanjutnya berubah struktur sehingga fungsinya berbeda, disebut homolog.
Lawan dari homolog adalah analog, yaitu organ-organ yang fungsinya sama tanpa memperhatikan asalnya. Contoh:
a.       Sayap kupu-kupu analog dengan sayap burung, keduanya berfungsi untuk terbang.
b.      Sayap kelelawar analog dengan sayap kupu-kupu, keduanya berfungsi untuk terbang.
3.      Perbandingan Embriologi
            Semua anggota vertebrata dalam perkembangan embrionya menunjukkan adanya persamaan. Persamaan perkembangan embrio dimulai dari tahap berikut:

            Setelah fase embrio, fase perkembangannya memiliki perbedaan.

            Adanya persamaan perkembangan pada semua golongan vertebrata , menunjukkan adanya hubungan kekerabatan. Perkembangan individu mulai dari ovum dibuahi hingga individu tersebut mati disebut ontogeny. Jadi, perkembangan ontogeny makhluk hidup merupakan ulangan filogeni ( sejarah perkembangan evolusi makhluk hidup).
4.      Fosil
            Informasi yang diperoleh daripara ahli antropologi dan palenteologi dari fosil dan peninggalan-peninggalan masyarakat purba , memungkinkan para ilmuan untuk mempersiapkan suatu bagan silsilah spesies manusia.
            Spesies manusia berkembang secara perlahan-lahan, baik dalam pengertian biologis maupun kultural. Hal ini diketahui berdasarkan fosil dari genus homo yang ditemukan di india, cina, eropa dan afrika.
            Kata fosil berasal dari bahasa latin fosillis yang artinya menggali. Istilah fosil dapat diartikan sebagai sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah membatu. Ilmu yang mempelajarinya disebut paleontology.
            Beberapa fosil temuan para ahli adalah:
a.       Australopithecus (australo=selatan , pithecus=kera)
            Memiliki kepurbaan berkisar antara 2-5 juta tahun (zaman pliosin). Fosil-fosilnya pertama kali ditemukan pada tahun 1924 di afrika selatan oleh Raymond dart.
Ada 4 spesiesmen, yakni:
1)      Australopithecus africanus
2)      Australopithecus robustus
3)      Australopithecus boisei
4)      Australopithecus habilis
b.      Pithecanthropus (pithecus=kera, anthropus=manusia)
Berumur antara 2-0,2 juta tahun. Dijawa ada 3 jenis Pithecanthropus:
1)      Pithecanthropus robostus
2)      Pithecanthropus erectus
3)      Pithecanthropus soloensis
c.       Megantrhopus paleojavanicus
d.      Homo neanderthalensis
            Fosilnya banyak ditemukan didaratan eropa dan asia  barat. Manusia ini berada pada peradapan antara tahun 200.000-400.000 SM. Merupakan manusia yang ulet, tidak liar, mempunyai rongga otak yang hamper sama dengan manusia modern.
e.       Homo sapiens
             Homo sapiens paling awal diindonesia disebut homo wadjakensis. Ditemukan oleh Eugene dubois  di wajak, tulungagung, jawa timur (1889).
            Kemudian homo sapiens modern yang lebih maju lagi kebudayaannya . ia belajar bercocok tanam dan menjinakkan binatang. Dengan demikian ia memperoleh kekuasaan atas lingkungannya dan mengembangkan peradapan.
            Manusia modern didunia dibedakan menjadi 5 ras pokok:
1)      Mongoloid (kulit kuning sampai coklat tua). Contohnya mongoloid selatan dan mongoloid utara.
2)      Kaukasid (kulit putih sampai coklat), contohnya mediteranid, nordid, dan alpinid.
3)      Negrid (kulit hitam atau coklat tua), contohnya negrillo, nilotid, bantu termasuk negro amerika.
4)      Khoisonid (kulit coklat kemerahan sampai coklat tembaga). Ada dua subras yakni hottentot dan bushman.
5)      Australomelanesid (kulit bervariasi: kemerahan sampai coklat tua), terbagi menjadi australid dan melanesis yang terbagi lagi menjadi polenesid, mikronesid, dan malanesid.
           Awal manusia modern di Indonesia  adalah ras australomelanesid yang kemudian kawin dengan mongoloid, lalu menghasilkan proto melayu. Kemudian proto melayu kawin lagi dengan mongoloid, lalu menghasilkan Indonesia-melayu.
           Berdasarkan penemuan fosil , manusia termasuk kelompok hominidae yang digolongkan menurut pola –pola gigi dan berbagai ciri anatomis yang merefleksikan postur tegak. Studi mengenai protein, DNA, dan struktur kromosom pada tingkat molekuler membuktikan adanya kesamaan antatra primate dengan manusia. Misalnya dalam studi mutakhir mengenai pola kromosom manusia dan simpanse.
           Dalam sistematika hewan, manusia dank era termasuk dalam ordo yang sama, yaitu primate. Ditinjau dari evolusinya , manusia merupakan anggota primate yang modern.
           Perkembangan evolusi primata dimulai dari moyang yang berupa hewan mamalia pemakan serangga menurunkan prosimian yang hidup pada zaman paleosin. Hewan ini bertubuh kecil seperti curut, bermoncong, dan berekor panjang. Mereka tangkas, cerdas, mempunyai organ-organ penggenggam, dan lima jari.
            Dari hasil perkembangan evolusi primata yang dimulai sejak 75 juta tahun yang  lalu diketahui bahwa :
1)      Hanya manusia yang menyimpang dari jalur evolusi.
2)      Manusia hidup diatas tanah, sedangkan yang lain hidup di pohon.
3)      Manusia berjalan tegak dengan dua kaki ( bipedal), sedangkan yang lain berjalan dengan empat kaki.
4)      Semua hewan yang termasuk ordo primate mempunyai ciri:
a.       Mempunyai penglihatan ruang (strereoskopis)
b.      Lapangan pandang kedua mata terpadu.
c.       Tangan digunakan untuk memegang.
d.      Semakin tinggi perkembangan evolusinya, semakin besar permungkaan otaknya dan semakin luas pula permungkaan otaknya.
                        Perhatikan gambar:
           
            Berdasarkan petunnjuk evolusi, kemudian para ahli biologi memperkirakan sejarah evolusi invertebrata dan vertebrata.
            Evolusi invertebrate yang  terdiri dari 30 filum, dimulai dari nenek moyang berupa Protista yang hidup dilaut. Protista bercabang menjadi tiga, yaitu filum porifera, cnidarian, dan platyhelmithes. Selanjutnya filum platyminthes bercabang lagi seperti gambar:
            Banyak ahli biologi berpendapat bahwa nenek moyang vertebrata adalah hewan yang cara makannya adalah dengan mengambil suspensi, mirip dengan cephalochordate. Cephalochordate adalah subfilum dari chordate invertebrate. Cephalochordata dan vertebrata kemungkinan berevolusi dari leluhur chordate yang sama.
F.     PANDANGAN BIOLOGI MODERN TENTANG EVOLUSI
            Gagasan evolusi Darwin  dalam bukunya “ on the origin of species by means of natural selection” dan preservation of favoured races in struggle for life” manyatakan bahwa organisme  yang sesuai dengan lingkungannya dapat bertahan hidup, sedangkan yang lainnya akan kalah dan musnah. Alam adalah karena perjuangan dan kompetisi yang mulai diterapkan pada manusia. Sedangkan pada tumbuahn dan hewan, seleksi alam hanya berlaku pada tumbuhan dan hewan yang cacat. Organisme yang kalah hanya sebagian kecil, sementara yang lolos masih tetap banyak dan masih dapat mempertahankan diri hingga saat ini.
            Sejak dikemukakan pertama kali oleh Charles Darwin, teori evolusi telah mendapat tantangan dari berbagai pihak. Pihak yang tidak setuju dengan pendapat Darwin menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta seperti apa yang ada seperti saat ini. Ini disebut teori penciptaan dan berkembang menjadi teori –teori yang pada intinya mendukung teori penciptaan (creationism). Salah satu teori penciptaan adalah teori intelligent design. Menurut teori ini , semua makhluk hidup dan alam semesta  ciptaan tuhan secara terencana dan bukannya dengan ketidaksengajaan. Dewasa ini, terdapat kecenderungan berkembangnya teori creationism dengan adanya fakta dari hal-hal berikut ini:
1, Penemuan Model DNA oleh Watson dan Crick
            Penemuan model gen (1953) yang terkenal dengan nama double helix membawa mereka mendapatkan hadiah nobel tahun 1962. Molekul DNA yang terdapat dalam sel hidup, mempunyai kerumitan dan keteraturan. DNA mengandung basa –basa yang berurutan yang terdiri dari adenine, timin, guanine, dan sitosin. kerumitan dan keteraturan DNA tidak akan muncul secara kebetulan. Kalaupun ada kerusakan atau perubahan yang berupa mutasi, biasanya individu yang mengalami mutasi menjadi cacat ataupun steril, sehingga tidak mungkin menurunkan keturunan. Dengan kata lain tidak mungkin suatu sel berubah menjadi makhluk hidup yang lebih kompleks dan selekai alam bukanlah pendorong terjadinya evolusi.
            2. Hukum Penurunan Sifat Menurut Mendel
            Gregor johann mendel (1822-1884) mengemukakan bahwa penurunan sifat induk kepada keturunannya disebabkan oleh factor penentu yang sekarang diketahui sebagai gen. komposisi gen ditentukan separuh induk jantan (spermatozoa) dan separuh dari induk betina (ovum). Penurunan sifat dari induk keketurunan berjalan secara terus menerus dan teratur. Pembentukan sel kelamin terjadi melalui peristiwa meiosis yang didahului oleh replikasi molekul DNA pada waktu interfase, dan dilanjutkan dengan terjadinya duplikasi kromosom pada profase 1. Dengan demikian materi genetic dari induk kepada keturunannya dijamin sama.
            3. Paleontology
            Berdasarkan studi tentang fosil yang ditemukan, tidak ada organisme masa kini yang berbeda dengan fosil nenek moyangnya. Penemuan fosil dari zaman kambria menunjukkan bahwa fosil selalu muncul secara tiba-tiba dengan bagian tubuh lengkap, dan tidak dijumpai bentuk transisi. Dari studi paleontology, ada ledakan suatu makhluk hidup dan kepunahan makhluk hidup yang lain.
            Dari prnrmuan fosil archaeopteryx, burung reptile dimasa jura 130 juta tahun yang lalu, dan anggapan bahwa fosil tersebut merupkan evolusi dari reptil ke burung. Ciri Archaeopteryx  ialah paruhnya bergigi dan memiliki cakar sayap yang merupakan karakter reptil. Sedangkan sayap burung airfoil dan tulang dada yang dimilikinya merupakan karakter dari burung., mengingat suhu tubuh reptile dan burung berbeda, dan juga cara geraknya juga berbeda. Ini berarti fosil archaeopteryx bukan bentuk transisi.
G.    TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN
            Mengenai terbentuknya bumi dan planet-planet lain ada dua teori yang terkenal, yaitu teori kabut asal (nebula) dan teori big bang.
1.      Teori Nebula
Teori ini menyatakan bahwa beberapa miliar tahun yang lalu, bintang-bintang yang tidak stabil diangkasa meledak. Debu dan gas hasil ledakan ini membentuk kabut yang disebut  nebula (kabut asal). Nebula ini memadat lalu meledak, menghasilkan bintang-bintang baru dan planet-planet,termasuk bumi. Bintang baru yang tidak stabil meledak dan membentuk nebula lagi.
2.      Teori Big Bang
Menyatakan bahwa materi diangkasa menyatu dan memadat membentuk benda kecil yang kemudian meledak. Ledakan ini menghasilkan bintang-bintang dan planet, termasuk bumi.
Dalam biologi, dikenal tiga teori asal usul kehidupan.
1.      Teori Abiogenesis (generatio spontanea)
Dikemukakan aristoteles . menyatakan bahwa “kehidupan berasal dari benda mati”. Dari hasil penelitiannya tentang hewan-hewan yang hidup diair, ternyata ikan –ikan tertentu melakukan perkawinan, kemudian bertelur. Dari telur tersebut lahir ikan yang sama dengan induknya. Akan tetapi, ia juga percaya bahwa ikan-ikan tertentu terbentuk dari lumpur. Contoh orang yang percaya teori ini adalah needham, seorang ilmuan inggris. Ia melakukan penelitian dengan merebus air kaldu dalam wadah selama beberapa menit lalu memasukkannya dalam botol dan ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari ternyata tumbuh bakteri dalam kaldu tersebut. Oleh karena itu, needham menyatakan behwa bakteri berasal dari kaldu. Namun, teori needham ini lalu dipatahkan oleh L.Spallanzani.
Pada awal abad ke-17, antony van leeuwanhoek berhasil membuat mikroskop. Dengan menggunakan mikroskop ia menemukan adanya benda-benda yang sangat kecil dalam setetes air rendaman jerami. Penemuannya ini merangsang kembali para peneliti lainnya untuk membuktikan kebenaran dari teori generatio spontanea.
2.      Teori Biogenesis
Eksperimen terkenal yang menentang teori abiogenesis dilakukan antara lain oleh:
a.      Percobaan Francesco Redi
Dia melakukan serangkaian penelitian dengan menggunakan daging segar. Redi memperhatikan bahwa ulat akan menjadi lalat dan lalat selalu terdapat tidak jauh dari sisa-sisa daging. Pada penelitiannya , redi menggunakan karatan daging segar yang diletakkan dalam 3 wadah (tabung).
Wadah 1 diisi sekerat daging segardan dibiarkan terbuka. Wadah II diiisi sekerat daging segar lalu ditutup dengan kain kasa yang berlubang-lubang.
Ketika daging membusuk, datanglah lalat disekitar wadah. Beberapa hari kmemudian, pada daging wadah I terlihat cukup banayk belatung. Beberapa ekor belatung juga terdapat diatas permungkaan kain kasa wadah II.
Dari percobaa tersebut redi membuktikan bahwa belatung tidak terbentuk dari daging yang membusuk, melainkan berasal dari telur-telur lalat yang ditinggalkan ketika lalat-lalat mengerumuni daging membusuk dan  permungkaan kain kasa.
Percobaan redi membuktikan makhluk hidup tidak begitu saja terbentuk dari benda-benda mati., tetapi semua makhluk hidup terbentuk dari makhluk hidup juga. Teori yang menyatakan makhluk hidup berasal dari sesuatu yang hidup disebut teori biogenesis.
b.      Percobaan Spallanzani
Spallanzani menayatakan bahwa needham tidak merebus tabung cukup lama sampai semua organisme terbunuh dan needham juga tidak menutup leher tabung dengan rapat sekali sehingga masih ada organisme yang masuk dan tumbuh.
Dari percobaannya, ia menyimpulkan bahwa, timbulnya suatu kehidupan hanya mungkin jika telah ada suatu bentuk kehidupan sebelumnya. Mikroorganisme yang terdapat dalam kaldu percobaa  timbul karena adanya mikroorganisme yang telah terlebih dahulu tersebar di udara.
c.       Percobaan Louis Pasteur
Louis Pasteur melakukan percobaan menggunakan tabung berleher angsa. Ia sendirimeyakini bahwa sebuah sel pasti berasal dari sel lainnya. Dalam percobaannya, ia merebus kaldu hingga mendidih, kemudian mendiamkannya. Pada prinsipnya, udara mampu masuk kedalam tabung, namun partikel debu akan menempel pada lengkungan leher tabung. Setelah beberapa lama, ternyata tidak ada bakteri yang tumbuh. Namun setelah Pasteur memiringkan tabung leher angsa tersebut,  air kaldu didalam tabung kemudian ditumbuhi oleh mikroba. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan berasal juga dari kehidupan sebelumnya.

Setelah ditumbangkannya teori abiogenesis atau generatio spontanea oleh leuis Pasteur, maka berkembanglah teori biogenesis dengan pernyataannya yang terkenal “ omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang artinya kehidupan berasal dari telur, dan telur berasal dari kehidupan. Atau disebut juga “omne vivum ex vivo”, yang artinya kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya.
H.    TEORI EVOLUSI KIMIA ( TEORI BIOLOGI MODERN)
            Para ahli geologi beranggapan bahwa pada mulanya keadaan suhu dibumi sangat tinggi. Akan tetapi,pada suatu saat bumi mengalami pendinginan. Pada proses pemanasan dan pendinginan tersebut, banyak terbentuk bahan-bahan kimia. Bahan yang berat akan masuk kedalam permungkaan bumi karena adanya gaya gravitasi. Sedangkan yang ringan akan berada dibagian luar bumi yang disebut atmosfer.
            Susunan isi atmosfer pada masa itu amat berbeda dengan susunan atmosfer sekarang. Pada atmosfer purba tidak terdapat unsur oksigen, karena pada suhu yang amat tinggi oksigen mudah bersenyawa dengan unsur-unsur lain.
            Beberapa teori evolusi dikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini:
1.      A.I. Oparin (Rusia)
Ia adalah orang yang pertama mangemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi sebelum kehidupan ini ada. Dalam bukunya “ the origin of life” dia mengemukakan bahwa asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi dan atmosfernya. Atmosfer bumi mula-mula memiliki air, CO2, metana, dan ammonia,namun tidak memiliki oksigen. Dengan adanya panas dari berbagai sumber energy, zat-zat tersebut mengalami serangkaian perubahan menjadi berbagai molekul organic sederhana. Senyawa-senyawa ini membentuk semacam campuran yang kaya akan materi-materi dalam lautan yang masih panas, yang disebut primordial soup. Bahan campuran ini belum merupakan makhluk hidup., tetapi bertingkah laku seperti sistem biologi. primordial soup ini melakukan sintesis dan membentuk molekul organic kecil atau monomer, misalnya asam amino dan nukloetida.
Monomer-monomer lalu bergabung membentuk polimer. Kemudian agrerasi ini membentuk molekul dalam bentuk tetesan yang disebut protobion. Yang mana ia memiliki ciri kimia yang berbeda dengan lingkungannya.
Kondisi atmosfer masa kini tidak lagi memungkinkan untuk sintesis molekul organic secara spontan , karena oksigen atmosfer akan memecah ikatan kimia dan mengekstraksi electron.
Polimerisasi atau penggabungan monomer ini dapat dibuktikan oleh Sydney fox. Ia melakukan percobaan dengan memanaskan larutan kental monomer organic yang mengandung asam amino pada suhu titik leburnya. Saat air menguap, terbentuk lapisan monomer yang berpolimerisasi. Polimer ini oleh Sidney disebut proteinoid. Selanjutnya dalam penelitiannya dilaboratarium proteinoid dicampur dengan air dingin dan akan membentuk gabungan proteinoid yang menyusun tetesan kecil yang disebut mikrosfer yang diselubungi oleh membrane selektif permeable.
2.      Harold Urey
Ia mengemukakan teori yang didasari atas pemikiran bahwa bahan organic merupakan bahan dasar organisme hidup., yang pada mulanya dibentuk sebagai reaksi gas yang ada dialam dengan bantuan energy.
Menurut teori urey, konsep tersebut dapat dijabarkan atas 4 fase berikut ini:
1)      Tersedianya molekul metana, ammonia, hydrogen, dan uap air yang sangat banyak di atmosfer.
2)      Energy yang timbul dari aliran listrik, halilintar, dan radiasi sinar kosmis merupakan energy pengikat dalam reaksi molekul metana, ammonia, hydrogen, dan uap air.
3)      Terbentuknya zat hidup yang paling sederhana.
4)      Zat hidup yang terbentuk berkembang dalam waktu jutaan tahun menjadi sejenis organisme yang lebih kompleks.
3.      Stanley Miller
Tahun 1953, ia berhasil membuktikan teori gurunya uery, dalam laboratarium seperti alat pada gambar.

Alat ini disimpan pada suatu kondisi yang diperkirakan sama dengan kondisi pada waktu sebelum ada kehidupan. Kedalam alat tersebut dimasukkan bermacam-macam gas, seperti uap air yang dihasilkan dari air yang dipanaskan , hydrogen, metana dan ammonia.
Selanjutnya pada alat tersebut diberikan aliran listrik 75.000 volt (sebagai pengganti kilatan halilintar yang selalu terjadi di alam pada waktu itu. Setelah seminggu, ternyata  miller mendapatkan zat organic yang berupa asam amino. Asam amino merupakan komponen kehidupan, salain itu diperoleh juga asam hidroksi, HCN, dan urea. Pemikiran selanjutnya adalah bagaimana terbentuknya protein dari asam amino ini.
4.      Melvin Calvin
Menunjukkan bahwa radiasi sinar dapat mengubah metana, ammonia, hydrogen, dan air menjadi molekul-molekul guladan asam amino., dan juga membentuk purin dan piramidin, yang merupakan zat dasar DNA, RNA, ATP, dan ADP.
Dari evolusi kimia dapat disimpulkan bahwa senyawa-senyawa organic yang ada di atmosfer mengalami perubahan sedikit demi sedikit membentuk senyawa organic. Senyawa organic itulah yang merupakan komponen dasar makhluk hidup.
BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Evolusi menjelaskan perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka waktu lama dari bentuk yang sederhana menuju bentuk yang kompleks. Tokoh evolusi C.R Darwin, menuangkan teori tentang evolusinya dalam buku “on the origin of species by means of natural selection” isi buku tersebut memuat pokok-pokok evolusi:
a.       Makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup masa lampau
b.      Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
Lanmark menyatakan bahwa evolusi terjadi karena organisme bereaksi terhadap perubahan lingkungan dengan cara adaptasi atau dikenal dengan teori pewarisan sifat.
Terjadinya evolusi dapat ditunjukkan dengan adanya variasi individu dalam satu keturunan, homologi organ tubah, embriologi perbandingan, dan penemuan fosil sebagai catatan sejarah.
Teori asal usul kehidupan ada tiga yaitu: teori abiogenesis, teori biogenesis, dan teori evolusi kimia.

2.      SARAN
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diperlukan untuk penulisan makalah yang lebih baik untuk kedepannya.





DAFTAR PUSTAKA
Ninik kristiani, satijah, husnul chotimah, 2006. Biology Bilingual For Grade XII. Jakarta: intermitra pustaka utama group.
Pratiwi D.A, Sri Maryati, Srikini dkk, 2006.Biologi Untuk Sma Kelas XII. Jakarta: Erlangga.


Tidak ada komentar:

Translate

Follow My Story On The Wattpad