Cari Blog Ini

Rabu, 20 April 2016

EKSPERIMEN QUININE SULFAT / QUININE SULFAS "Alkaloid Golongan Kina / Qinolin"

EKSPERIMEN QUININE SULFAT / QUININE SULFAS
Alkaloid Golongan Kina / Qinolin


1.      Uji Pendahuluan
Organoleptis  : Hablur putih, berbentuk jarum halus, biasanya tidak bercahaya, masa ringan dan mudah memadat, tidak berbau dan mempunyai rasa pahit yang lama, menjadi bewarna bila terpapar cahaya. Larutan jenuh bersifat netral atau basa terhadap lakmus
Kelarutan       : sukar larut dalam air dan dalam etanol, dalam kloroform dan dalam eter. Modah larut dalam etanol pada suhu 800, dalam campuran kloroform , alcohol mutlak (2:1), agak sukar larut dalam air pada suhu 1000.
Reaksi umum :
-          Adisi terhadap brom
Brom dalam pelarut CCL4 atau CHCl3 dan zat juga dilarutkan dalam pelarut yang sama. Pada larutan diteteskan larutan brom setetes demi setetes, warna brom akan hilang.
-          Mereduksi kmno4
Zat + H2SO4 +KmNO4 à warna KmNO4  akan hilang

2.      Konstanta fisika
Jarak cair atau jarak lebur sebesar 2100 – 2190 C

3.      Analisis Kation , Anion maupun Elemen
Analisis anion sulfat :
Pada larutan sulfat ditambahkan Barium klorida , terbentuk endapan putih yang praktis tidak larut dalam asam klorida

4.      Analisa Gugus Fungsi dan Golongan Zat Uji
Analisis gugus fungsi
-          Zat + NaOH à bau amoniak
-          Reaksi Hoffman (isonitril)
Zat + CHCl3 + spiritus + NaOH  ,dipanaskan -----à bau isonitril
-          Reaksi erlich
Zat + p DAB HCl à jingga
1 p DAB HCl dapat mengikat  2 amin aromatis
-          Reaksi lignin atau reaksi korek api
Batang korek api dicelupkan dalam hcl pekat , kemudian dimasukkan kedalam larutan amin aromatis à jingga
            Reaksi penggolongan zat uji
-          Reaksi flouresensi (pada panjang gelombang diatas 300 nm)
Larutan zat dalam air atau alcohol berfloresensi dengan 3N H2SO4 , HNO3 atau asam posfat encer . flouresensi tidak terjadi jika menggunakan hcl.
-          Talleouchin test
Larutan zat dalam asam cuka + aqua brom memberikan flouresensi biru hitam , kemudian ditambahkan ammonia sampai alkalis timbul warna hijau. Reaksi diganggu oleh kofein, fenazon dan aminofenazon.
-          Reaksi erytochin
Zat dilarutkan dalam HCl 0,5 N + CHCl3 + aqua brom beberapa tetes sampai kuning , kemudian ditambahkan k3fe(cn)6 + ammonia , kocok . akan timbul warna rose pada lapisan kloroform.
-          Reaksi herapatit
Pereaksi yang digunakan larutan ( aqua + alcohol + asam asetat ) + H2SO4 + aqua iod sampai kuning.
Caranya : diatas objek glass + zat + tetes pereaksi , akan terbentuk Kristal hepatit (coklat atau violet)
            Reaksi spesifik
-          Reaksi Kristal dengan ammonium oksalat
-          Untuk membedakannya dari kinidin:
Zat + asam asetat + KI à jika terbentuk kristal maka kinidin , jika tidak terbentuk Kristal maka kinin.

5.      Penelaahan Literature
-          Farmakope Indonesia Edisi III
-          Farmakope Indonesia Edisi V
-          Identifikasi Obat Terbitan Ke Empat
-          Vogel
-          Bahan Praktikum Kimia Farmasi STIFI YP PADANG

6.      Tes Penegasan
Spektroflourometri
Menggunakan sinar UV . panjang gelombang yang digunakan pada pengujian adalah:
-          Panjang gelombang eksitasi : 350 nm
-          Panjang gelombang emisi : 300 – 400 nm
-          Panjang gelombang max : 450 nm


Posting Komentar

Translate

Follow My Story On The Wattpad